Ashoka Indonesia
 

  Jl.Saninten No. 37
  Bandung - 40114
  West Java
  Indonesia
  tel/fax: 62-22-7234095
  email

 
A b d u l l a h   S u a d   L u b i s
Koperasi di Daerah Perkotaan dan Pedesaan.
Lahir dari sebuah desa di Paraman Ampalu, Pasaman Barat, di ranah Gunung Tulas tanggal 14 April 1941 di Sumatra Barat bagian utara, persis di perbatasan dengan Tapanuli Selatan. Pada peta peninggalan Belanda akan ditemukan sebuah desa yang bernama Simpang Lolo, sementara pada peta Republik akan sulit menemukannya.Berangkat dari Desa Paraman Ampalu dan tiba di Jakarta pada bulan April 1962 dengan tujuan untuk sekolah. Namun, setelah berada di lingkungan warga dan masyarakat Jakarta, kepututusannya berubah menjadi pekerja dakwah (preacher) dan pengrajin Sektor Informal. Bergaul dengan banyak orang besar dan pintar berkaliber tokoh nasional seperti Moh. Natsir, Prawoto Mangkusasmito, Mr. Syafrudin Prawiranegara, Mr. Kasman Singomedjo dan lain-lain sebagai tempat menimba pengalaman dan ilmu pengetahuan.Memilih dan menempatkan diri pada suatu posisi yang "menantang melawan arus" merupakan suatu yang tidak disukai banyak orang. Dimana-mana ditemukan orang-orang yang menyerah pasrah pada pada keadaan sekitar. Kondisi tersebut bergerak maju secara cepat dan pada akhirnya muncul pilihan-pilihan baru. Setiap orang ingin mendapat keamanan dan kenyamanan walaupun semu. Setiap orang yang memiliki akal sehat paham betul bahwa hak-hak asasinya talah dirampas. Sementara dalam kondisi seperti itu, mereka ditindas, diperas, dirampok, diperkosa dan tergusur. Pengalaman seperti itu telah mendera seluruh bentuk aktivitas dan kegiatan para pengrajin di sektor informal.Diilhami oleh peran sebagai seorang juru dakwah yang menyampaikan dakwah pembangunan menurut ajaran agama Islam, setelah mengikuti beberapa pelatihan yang dipadukan dengan pengalaman selama bertahun-tahun, Abdullah tergerak untuk mengorganisasikan para pengrajin sektor informal / pedagang kaki-lima di Jakarta, di Bandung dan Yogyakarta dalam wadah koperasi. Dan di Jakarta pada tanggal 23 Maret 1983 telah didirikan Koperasi Pedagang Kaki-lima Kecamatan Jati Negara, dan kemudian pada bulan Juli 1986 diperluas menjadi Koperasi Pedagang Kaki-lima Wilayah Kota Jakarta Timur (KOPPKALIMAJATIM). Kemudian Koperasi Pedagang Kaki-lima telah dikembangkan di kota-kota lain, termasuk di Samarinda, Kalimantan Timur yang memperoleh "award" yang cukup membanggakan.Pengalaman telah mengajarkan penyempurnaan metodologi dan perbaikan pendekatan di semua sektor. Antara lain melalui kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama Islam untuk lebih banyak terlibat pada kegiatan sosial dan dakwah pembangunan. Pada waktu mendapatkan panggilan seleksi tingkat pertama dari pihak Ashoka Jakarta, Abdullah sedang berada bersama-sama orang yang termiskinkan di negeri asalnya di Paraman Ampalu, Pasaman, Sumatra Barat. Ragam kegiatan penggalangan dan pemecahan masalah ditawarkan, antara lain Pertanian Terpadu dan pembentukan Koperasi selain Koperasi Unit Desa (KUD). Abdullah mendorong masyarakat untuk kembali pada kegiatan budi daya tanam sebagai warisan leluhur yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Dan dengan demikian akan mengurangi kekurangan informasi, resiko keuangan, percaya diri para petani. Kebiasaan aparat desa untuk memaksakan pola tanam yang dianjurkan oleh pemerintah telah menimbulkan kerugian yang sangat besar, selain merusak pada kultur tanah, pertanian tersebut berbiaya tinggi yang menimbulkan beban terhutang yang sering tidak mampu dibayar oleh rakyat. Sungguh memprihatinkan, kata Abdullah.Abdullah menjadi fellow Ashoka dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1991, lebih kurang empat tahun, dipandu oleh Wimar Witoelar dan Teguh Arkono. Pada saat pengakhiran perolehan stipend dari Ashoka, Abdullah mengutarakan bahwa Ashoka beda dengan lembaga lain. Fellow Ashoka adalah orang-orang istimewa dan sedikit gila.Dengan kemampuan khasnya sebagai motivator, sebagai motor penggerak dakwah pembangunan, Abdullah telah mengajak dan menyatukan orang-orang miskin agar saling bersilaturahmii, melakukan pertemuan-pertemuan dan memotivasi mereka agar mereka yang miskin dapat keluar dari lingkaran kesulitan, dan dapat memecahkan masalah mereka baik sendiri-sendiri maupun secara bersama melalui kerjasama kelompok. Hanya dengan bekerjasama, kata Abdullah, setiap kesulitan dan masalah apapun akan terpecahkan.Abdullah sekarang sedang memperluas wilayah kerjanya di seluruh Indonesia. Ragam kegiatan ditekuni secara seksama melalui kerjasama antar LSM. Untuk anak-anak pra-sekolah di Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (TKA), Taman Kanak-kanak Islam (TKI) dan Raudhataul Athfaal (RA) bekerjasama dengan LPPTKA dan BPTKI. Pendidikan anak-anak jalanan bersama Masjid Istiqlal. Pembinaan Pemuda dan Remaja Masjid melalui BKPRMI. Pembinaan Lembaga Dakwah melalui Dewan Masjid Indonesia. Dan terakhir, bersama sekitar 30 LSM membentuk Konsorsium Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang disingkat KOSPEK. Lembaga ini tidak ada kaitannya dengan lembaga politik, namun tetap berperan aktif di sektor pemihakan dan kepedulian untuk kepentingan umat.
:: Yayasan Kalimasada Kampung Jembatan, RT.001/RW.X, No.69, Cipinang Besar Selatan, JAKARTA TIMUR-13410 Tel: 021-3521675, Fax: 021-3847189

S u s i a w a n
Pendidikan Alternatif untuk Anak dan Remaja Perkampungan.
Dia merintis dan mengembangkan konsep/metoda "Pendidikan Anak Merdeka" — suatu proses dialogis pengembangan kreativitas, kemandirian, kemasyarakatan, demokratisasi dan kemerdekaan — melalui pendekatan seni, lingkungan hidup dan kebudayaan lokal. Hasil riset aksi enam tahun itu ditulis dalam skripsi kesarjanaan FSRD-ITB: "Kemungkinan Konsep Senirupa sebagai Alat Pendidikan, Luar Sekolah untuk Anak-anak Perkampungan" (1986).Pada awalnya (1981) mendirikan "Kelompok Olah Seni Anak-anak Merdeka". Lalu bersama rekan-rekannya melembagakan "Yayasan Anak Merdeka" (1987). Pada tahun kedua "masa fellow Ashoka" (1989) merintis "Bengkel Kreatif" bagi remaja, dan mengawali kegiatan anak jalanan dengan majalah Anak Merdeka "Cakrawala Kecil".1990-1995 melanjutkan riset aksinya dalam program "Anak Cinta Lingkungan" — membangun kurikulum dan berkegiatan bersama guru — guru SD/MI, anak-anak, remaja dan masyarakat di daerah perkotaan. Sebelumnya telah diujikan di beberapa desa di Sumatera dan Irian Jaya. Berbagai disiplin seni/kesenian dan budaya lokal diangkat sebagai katalisator pengembangan "seluruh potensi" anak. Dalam satu tahapan proses tiga tahun, anak-anak/remaja mampu mempertajam "kemampuan nyata" mereka masing-masing.Sejak pertengahan 1995 tinggal di Kanada, berkeluarga. Mendalami "Integrated Arts" dan "Holistic Education" secara independent dan observasi ke berbagai sekolah alternatif. Ikut membangun "LSM Lingkungan"; bekerja untuk anak-anak golongan bawah sebagai "Integrated Arts Artist Facilitator" di Community Center dan organisasi sosial anak-anak internasional, serta mengadakan lokakarya-lokakarya "Expressive and Healing Art/ Art Therapy/ Integrated Arts" di rumah singgah, kelompok kegiatan pemuda maupun di pusat kegiatan kreatif anak-anak di Toronto.
Merencanakan kembali ke tanah-air melanjutkan obsesinya: mengembangkan "Pendidikan Anak Merdeka", dengan memusatkan energinya pada: — Membangun/mengembangkan kurikulum (kegiatan) pendidikan alternative;

  • Mengadakan pelatihan calon/fasilitator/pendidik anak-anak dan remaja;
  • Merintis/mengembangkan pos-pos kegiatan anak-anak dan remaja bersama para fasilitator;
  • Mengadakan advokasi masalah hak-hak anak-anak dan remaja lewat aksi maupun penyebaran informasi;
  • Mengembangkan jaringan kerja antar LSM lokal,regional,nasional dan internasional, terutama yang berfokus pada masalah anak-anak dan remaja.

N u r o c h m a n
Hak-hak Buruh.
Dengan bekerja terutama di daerah industri Jakarta Barat, Nurochman berupaya mengembangkan kepemimpinan dan pendidikan bagi beribu-ribu pekerja sehubungan dengan hak mereka, termasuk tindakan yang tepat dalam berurusan dengan pihak manajemen dalam kasus pengabaian hak dan persengketaan. Dari kerja membela hak yang merupakan intinya ini, organisasinya Lembaga Pendidikan dan Kesejahteraan Buruh, memperkenalkan berbagai kegiatan layanan bagi buruh bercakupan luas yang dibangun sekitar suatu jaringan koperasi serbaguna berbasis geografis yang semakin luas. Jasa yang ditawarkan koperasi tersebut mencakup kelompok simpan-pinjam untuk menyediakan modal bagi usaha mikro dan kecil, pusat pertukaran ketrampilan, yang menampung berbagi ketrampilan yang diperlukan para buruh untuk memulai usaha kecil baru (termasuk usaha sebagai pemasok bagi pabrik di sekitarnya); jasa angkutan ke dan dari tempat kerja, dan perumahan. Masing-masing koperasi menangani kebutuhan khas di daerahnya sendiri. Nurochman rencananya menerbitkan buletin yang mendokumentasikan kemajuannya dan melaporkan keberhasilan yang telah dicapai buruh dalam mendapatkan haknya.Dengan terbatasnya waktu dan tenaga, maka usaha-usaha ke arah kesejahteraan buruh tersebut dilakukan oleh buruh sendiri, sementara Nurochman hanya menawarkan ide.Seperti diketahui umum, konflik antara buruh dan pengusahan menyangkut perbedaan kepentingan, terjadi dimana-mana dan tak pernah reda. Untuk itu guna membantu buruh menyelesaikan konflik tersebut Nurochman telah mendirikan pos-pos pelayanan buruh yang ditempatkan di dekat kawasan industri antara lain di Jakarta Barat (Cengkareng), Tangerang (Pasar Kemis); yang dikelola oleh eks-buruh yang pernah dilatih oleh Nurochman. Hingga saat ini sudah ribuan buruh mendapat pelayanan dari pos-pos tersebut.Sejak sebelum terpilih menjadi fellow Ashoka sampai saat ini Nurochman masih menekuni bidang kerja perburuhan dan terlibat / bekerjasama dengan beberapa jaringan, lembaga maupun KSM di pulau Jawa.
:: L.P.K.B Jl. Besuki No.27, Menteng, JAKARTA PUSAT-10310 Tel/Fax: 021-3914551 Tel: 021-7313022

J o h a n n a   A.   P a t t i a s i n a (alm.)
Johanna merintis kegiatan sosial tahun 1979 sebagai sekretaris pelaksana pada Badan Kerjasama Penyuluhan Sumatera Utara (BKSP). Kegiatan utamanya adalah mengorganisir pelatihan pengembangan masarakat di tingkat warga dan petugas lapangan. Karena sistem birokrasi pada BKSP yang dirasakan menghambat kreativitas dan upaya pemberdayaan rakyat, maka Johanna memutuskan untuk ikut mendirikan Yayasan Bina Insani. Peningkatan kesadaran perempuan serta kesejahteraan keluarga pedesaan (melalui kegiatan ekonomi keluarga skala kecil serta peningkatan kualitas sarana kesehatan dan sanitasi) adalah fokus tujuan dari semua aktivitas Johanna, terutama sejak menjadi Fellow tahun 1988.
"Menciptakan panutan keluarga pedesaan" adalah target sederhana (tetapi jelas) dari Johanna. Tahun 1989 Johanna terpilih sebagai Pemuda Pelopor Nasional (1988).
:: Yayasan Bina Insani Jl. Pantai Timur No. 91, Pematang Siantar, Medan-SUMATERA UTARA-21151 Tel: 0622-50527, e-mail: joened@indo.net.id

M u s l i k h i n   K u s m a
Pengembangan Daerah Pedesaan bagi Perempuan dan Anak-anak.
Sebagian besar kaum lelaki dari daerah miskin di dataran tinggi Gunung Kidul dekat Yogyakarta bekerja di kota. Kaum perempuannya ditinggalkan dan terperangkap dalam pola mempertahankan hidup yang mendasar, sedangkan anak-anaknya meninggalkan sekolah pada usia dini untuk membantu ibu mereka. Muslikhin mendirikan organisasi Yayasan Pengembangan Desa Terpadu BINA DESA, yang berupaya memngubahkan kecenderungan ini dengan cara membantu kaum perempuan di sana mengembangkan rasa percaya diri dan juga ketrampilan praktis melalui kelompok belajar dan diskusi. Ia juga telah membangun perpustakaan yang inovatif dan program berbasis relawan yang memberikan layanan pendidikan informal kepada anak-anak putus sekolah. Program ini dapat dengan mudah direplikasi dan melibatkan lulusan sekolah menengah di pedesaan untuk membantu anak-anak setiap minggu. Para relawan ini menggunakan bahan dari perpustakaan untuk membantu anak-anak didik mereka dalam menjelajahi dunia di luar desa mereka sendiri. Anak-anak tersebut dapat mencapai tingkat kemampuan membaca yang berarti dan senantiasa ditantang secara intelektual; sedangkan para relawan memperoleh tanggung jawab dan rasa hormat. Kelak, para relawan dapat mengembangkan perpustakaan mereka sendiri sehingga menyebarluaskan proyek ini di daerah lain. Muslikhin kini memulai kerjasama dengan dua fellow Ashoka lainnya, yaitu Idham dan Amir, di PKPEK sebagai direktur sehingga menyumbangkan ketrampilan dan gagasannya kepada proyek bersama ini.
:: PKPEK Jl. Mangkuyudan No.7, YOGYAKARTA-55143 Tel: 0274-380549, e-mail: fairbiz@indo.net.id

A l f o n s o   S i t o r u s
Sebagai Chief Executive Officer pada Trapindo yaitu lembaga yang bergerak di bidang ketenaga-kerjaan dan sebagai suatu mitra pengusaha Indonesia, menciptakan "base communities" untuk orang-orang kecil. Pendekatannya dimulai dengan masalah ekonomi dan persoalan lain yang dihadapi masyarakat. Fokusnya adalah ekonomi rumah tangga dan pertumbuhannya yang dapat menghasilkan manfaat nyata dan memberikan kedisiplinan untuk mengurangi masalah kehidupan.
:: Yayasan Trapindo Jl. A.Yani, Gedung Bumi Putra Lt. IV, Semarang-JAWA TENGAH Tel: 024-442588, Fax: 024-313718 e-mail: dpdasing@indosat.net.id

M o e l y o n o
Seorang perupa yang seringkali melakukan pameran-pameran dan mempunyai nama besar, mendirikan kelompok seni rupa lingkungan yang bisa menerapkan gerak seni rupa yang mengangkat dan memecahkan praktik problem sosial masyarakat (praksis dialogis). Kegiatannya dalam hal ini antara lain anak-anak bimbingnya (usia SD) mampu memecahkan masalah kemiskinan sendiri dengan cara gambar-gambar yang telah mereka buat di cetak berupa kartu pos dan dijual. Hasilnya kartu laku terjual (mendapatkan uang) dan secara praktis dengan menggambar sebagian masalah hidup bisa teratasi. Ia banyak menulis masalah seni-budaya dan amat dikenal dengan pikiran-pikiran sekaligus praktek berkeseniannya yang berkonsep pada: 'seni rupa sebagai media penyadaran untuk mendorong perubahan sosial'. Moelyono yang hingga sekarang memilih menetap di lingkungan pedesaan di Tulungagung, Jawa Timur.
:: Paguyuban Kesenian Kagunan Yayasan Seni Rupa Komunitas Desa Winong No.22 A, Rt. 03/Rw.2, Kec. Kedungwaru, Tulung Agung-JAWA TIMUR-66251 Tel/Fax: 0355-326425

D i d i d   A d i   D a n a n t o
Anak Jalanan.
Lahir di Surakarta, 5 Februari 1962. Lulus sebagai Sarjana Muda Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Di daerah perkotaan termasuk Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya, Didid membantu anak-anak jalanan mengembangkan petensi masa depan mereka. Di bawah naungan organisasinya, Humana, Didid mengelola rumah singggah terbuka yang menyediakan tempat tinggal, perawatan usia sebaya, pendidikan inovatif, pelatihan keterampilan, dan program tabungan untuk ratusan anak jalanan. Rumah singgah tersebut menekankan aspek kepemimpinan dan persaudaraan dengan memanfaatkan naluri kuat dari anak-anak itu sendiri untuk saling membantu, dan banyak di antara mereka menyumbangkan pikiran untuk majalah buatan mereka sendiri, Girli (dari istilah "pinggir kali"), sebagai media yang menampung perasaan mereka tentang hidup mereka yang sulit. Anak-anak dapat datang dan pergi secara sukarela, namun mereka tetap memiliki ikatan psikologis yang kuat ke rumah singgah dan merasa bahwa mereka memiliki keluarga di sana. Rasa aman semacam itu mengurangi kecurigaan yang dirasakan mereka terhadap masyarakat umum. Lagipula, program Didid memberikan ketrampilan ekonomi yang memungkinkan anak-anak ini, kelak sebagai orang dewasa, untuk mencari nafkah sendiri. Alumni dari rumah singgah yang dipimpin Didid membantunya membuka rumah singgah serupa di kota lain di Indonesia; Didid juga telah mengembangkan perhimpunan relawan yang mengelola sekolah untuk bidang kesejahteraan sosial yang yang peserta didiknya membantu mengelola rumah singgah dan menyebarluaskan gagasan Didid.
:: Humana Jl. Trapesium RT. 03/RW 01 Dusun Pojok Condong Catur, Sleman, YOGYAKARTA Tel: 0274-588315 e-mail: humana@indosat.net.id

S i t a   A r i p u r n a m i
Sita lahir di Jakarta, 21 Desember 1959. Pendiri dan pernah memimpin Yayasan Kalyanamitra. Perhatiannya adalah masalah komunikasi perempuan yang bermaksud untuk membuka mata masyarakat akan permasalahan perempuan yang sebenarnya. Kepedulian terhadap perempuan ini antara lain dengan menyebarkan kepada masyarakat, akademisi, LSM dan media massa, masalah-masalah yang dihadapi perempuan dan juga mengunjungi langsung kelompok-kelompok wanita, termasuk mengadakan pertemuan-pertemuan dengan individu atau organisasi wanita dam umum. Pernah mengikuti konfrensi PBB untuk isu wanita di Beijing China tahun 1995. Makalahnya yang berjudul "Notes on Media and Violence Against Women: Case Indonesia" dipresentasikan dalam NGO Forum Media and Violence Against Women, United Nation, di New York, Amerika serikat. Melalui Konferensi perempuannya pula, ia aktif memobilisasi peran serta masyarakat melalui penghimpunan makanan bagi para demonstran. Sekarang menjadi Koordinator Divisi Pendampingan Korban Yayasan Kalyanamitra.
Sita menyelesaikan studi S2 di The London School of Economic and Political Science, Inggris, tahun 1997, dengan tesis "Between Control and Resistance, Discourse Analysis on Indonesian Population Policy". Melalui Koperasi Perempuan, Sita aktif memobilisasi peran serta masyarakat melalui penghimpunan makanan bagi para demonstran, di saat gelombang demonstrasi mahasiswa dan massa, Mei 1997. Sekarang menjadi Koordinator Divisi Pendampingan Korban Yayasan Kalyanamitra.
:: Kalyanamitra Jl. Kaca Jendela II No.9 Kalibata, JAKARTA-12750 Tel: 021-7902109, Fax: 021-7902112 e-mail: ykm@indo.net.id

C h a m s i a h   D j a m a l   T r i s t i a n (alm.)
Chamsiah lahir di Takengon, Aceh Utara, 9 Juni 1954. Ikut mendirikan dan menjadi Ketua Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Jakarta, tahun 1985. Program "Sosialisasi Situasi Perempuan" dengan kegiatan utamanya menerbitkan publikasi serial tentang berbagai pekerjaan perempuan dari lapis ekonomi bawah, adalah fokus aktivitasnya untuk waktu yang cukup lama. Chamsiah kemudian menjadi Direktur Pelaksana PINBUK. Sekarang lebih mencurahkan waktu untuk program pemberdayaan perempuan lapis bawah melalui kegiatan mikro usaha, terutama melalui LSM PALUMA. Chamsiah bergabung sebagai Fellow Ashoka tahun 1988.
:: PALUMA Jl. Asyafi�iyah Gg. Umi Rt. 004/03 No.3 Kel. Cilangkap-JAKARTA TIMUR-13870 Telp/Fax: 021-8444528 e-mail: paluma@indosat.net.id

 
ASHOKA REGIONAL WEB SITES:

Ashoka International   Brazil   Canada   Czech and Slovak Republics   France
Germany  Hungary    Indonesia   Latin America   Middle East/North Africa
Nigeria   Poland   Southern Africa   Spain   Turkey   United States

©COPYRIGHT 2006 ASHOKA   •   Legal & Privacy Policy