D r . S o f y a n T a n
Pembauran Etnis.
Dengan cara mengembangkan sebuah sistem sekolah pembauran penuh yang unik, Sofyan, lulusan dokter umum yang tidak pernah praktek ini membantu masyarakat Indonesia mengatasi kesenjangan saling prasangka yang memisahkan warga negara keturunan Tionghoa dari mayoritas pribumi Indonesia. Yang menjadi inti gagasannya adalah pemahaman bahwa sekolah pembauran semacam itu harus terbuka bagi semua pihak (SARA) dan secara ekonomis terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang, terutama etnis Tionghoa miskin yang merasa lebih nyaman hidup dalam kampung-kampung Tionghoa mereka. Selain itu, sekolah semacam ini harus bermutu tinggi agar dapat menarik siswa yang orang tuanya cenderung skeptis terhadap pendidikan pembauran. Lembaga yang dipimpin Sofyan, Yayasan Sultan Iskandar Muda, telah mendirikan sebuah sekolah besar yang berhasil di Medan, Sumatera Utara, sebagai proyek percontohan. Sekolah itu berimbang dalam populasi etnisnya dan menjalankan program yang mendorong terciptanya toleransi dan rasa hormat di antara warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang etnis. Selain memiliki kurikulum akademik yang ketat, sekolah tersebut juga mempunyai berbagai kegiatan ektra-kurikuler yang menaungi interaksi antar-etnik. Program Orang-Tua Asuh invofatif yang diperkenalkan Sofyan, yang mengatur agar orang tua keturunan Tionghoa membiayai pendidikan siswa pribumi dan sebaliknya, membantu siswa berekonomi lemah mengecap pendidikan sekolah. Program tersebut mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat dan lebih jauh memajukan kerjasama antara masyarakat dari berbagai latar belakang etnis.
:: Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Jl. Tengku Amir Hamzah, Pekan I Sunggal Medan-SUMATERA UTARA-20128 Tel: 061-8457033, 8457702, Fax: 061-8457033 e-mail: ypsim@indosat.net.id, lawang@indosat.net.id
I n d r a T a t a
Seorang penggerak dan tokoh perubahan di bidang pertanian alternatif. Pengalamannya menyaksikan sendiri 13 orang petani mati akibat keracunan pestisida, menjadikannya lebih yakin bahwa melalui pertanian organik, para petani akan bebas dari berbagai pencemaran akibat pestisida. Ia juga seorang anggota KRAPP (Kelompok Relawan Anti Penyalahgunaan Pestisida) dan ketua Yayasan Tirta Karangsari yang bergerak di bidang pertanian organik dan bertanggungjawab untuk mengembangkan petani organik serta mengupayakan pelatihan kerja bagi calon penyuluh pertanian organik. Penggunaan pupuk alam, kompos dan pupuk kandang, lebih diutamakan dalam pengembangan pertanian ini.
A m i r P a n z u r i
Pembauran Sosial.
Amir mermaksud menyembuhkan kesenjangan sosial-ekonomi yang ada pada tingkat RT/RW di kota-kota di Indonesia. Dengan memajukan kerjasama aktif antara yang kaya dan yang miskin dalam suatu pola yang benar-benar menguntungkan kedua belah pihak, Amir mendorong terciptanya saling pengertian dan rasa hormat yang diperlukan untuk menghindari konflik yang terus-menerus hadir. Kaum miskin bukannya memerlukan sedekah melainkan rasa percaya diri dan kesempatan mandiri; kaum kaya memerlukan jasa, peluang menanam modal, dan kesempatan tumbuh mengatasi rasa takut dan prasangka buruk. Organisasinya, PKPEK, memadukan kebutuhan-kebutuhan ini dengan cara menciptakan pasangan-pasangan sponsor-produsen dalam berbagai usaha yang dirancang khusus untuk masing-masing keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Usaha patungan di Yogyakarta semacam ini mencakup usaha jasa kliping surat kabar, jasa boga, dan penyewaan tempat tinggal mahasiswa. Amir juga telah mengembangkan pendekatan ekonominya sehingga juga mencakup layanan sosial. Ia membantu mahasiswa ekonomi lemah tetap kuliah dengan cara memberikan pekerjaan sebagai guru les bagi anggota masyarakat yang lebih mampu dengan syarat bahwa seorang mahasiswa ekonomi lemah lainnya juga memperoleh manfaat dari masing-masing sesi les. Amir sekarang aktif di PKPEK sebagai salah satu direkturnya.
:: KKBDIY Jl. Pekapalan No. 9 Alun-alun Utara Yogyakarta-55121 Telp./Fax: 0274-387147 e-mail: kkbdiy@yogya.wasantara.net.id http://www.greenntrade.com
U m a r H u s e i n
Persekutuan Ekonomi Mahasiswa-Desa.
Umar berusaha dalam memajukan hubungan yang berarti antara mahasiswa dan pekerja berpenghasilan rendah seperti pedagang asongan di Palembang, Sumatera Selatan. Para mahasiswa membantu kelompok pedagang asongan dengan memberikan pengetahuan tentang strategi pemasaran dan negosiasi yang relevan, dan juga merancang pandanaan usaha yang kritis. Sebagai imbalannya, mahasiswa memperoleh ketrampilan berorganisasi dan pengetahuan praktis yang dapat digunakan mereka sendiri dalam memulai usaha baru. Melalui organisasinya, Umar mendorong pihak universitas untuk mengadopsi pendekatan tersebut memberikan manfaat yang besar baik bagi mahasiswa maupun masyarakat miskin. Umar telah menyebarluaskan pemikirannya ini ke berbagai kampus, sebagian melalui hubungan yang dijalinnya dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tempat ia menjabat sebagai pengurus dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Pengembangan Masyarakat Madani (PM2) yang dibentuk untuk melaksanakan gagasannya.
:: LP3M Jl. Trikora Gang Harisan No.3122 A Palembang-SUMATERA SELATAN Tel: 0711-412267/0711-321888 Fax: 0711-366180/0711-412267 e-mail: ypm2@hotmail.com
|