S u r y o W. P r a w i r o a t m o d j o
Pendidikan Lingkungan.
Karena percaya bahwa pendekatan melalui praktik dan pengalaman langsung adalah satu-satunya cara mengatasi kurangnya informasi tentang lingkungan hidup di masyarakat Indonesia, Suryo berusaha menciptakan serangkaian pusat percontohan dan pendidikan lingkungan dengan bermula pada Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman di daerah perhutanan dekat Trawas, Jawa Timur. Di situlah ia mengembangkan sebuah kompleks yang mencakupi sebuah perpustakaan, beberapa ruang pelatihan, sebuah asrama dan beberapa wisma, sebuah rumah kaca, sebidang sawah percontohan, berbagai percontohan pertanian alternatif dan organik, sebidang hutan tropis, dan beberapa jalur jalan setapak. Selain itu pula, program pelatihan penyuluh yang dibina Suryo mendorong para pendidik lingkungan hidup -baik dari dalam maupun luar lingkungan pusat tersebut- agar bermotivasi tinggi, berminat luas, dan kreatif. Karena cakupan dan skala permasalahan lingkungan hidup di Indonesia sedemikian besarnya, dan karena masyarakat sasarannya begitu beragamnya, para pendidik di bidang lingkungan hidup dituntut menjadi insan yang penuh semangat dan supel agar dapat memberi dampak yang berarti. Kemudian, Suryo juga memberi semangat kepada para rekan kerjanya agar memperluas wawasan dan wilayah kerjanya dan saat ini telah berdiri PPLH baru di Sulawesi dan Bali, yang dirancang sesuai dengan keadaan masing-masing daerah.
I w a n M u c i p t o
Kerjasama Masyarakat Pesisir.
Karena perusahaan perikanan skala besar mengancam penghidupan beribu-ribu nelayan kecil dan industri masyarakat setempat, Iwan telah mendirikan serikat berbagai organisasi yang membantu masyarakat pesisir di kawasan Timur Indonesia. Ia bekerja untuk memperkuat kelompok masyarakat setempat dengan memberi dorongan berinovasi dan melepaskan diri dari pikiran yang terbelenggu. Dengan menyokong pelatihan dan konsultasi saling bantu, bersama organisasinya menciptakan suatu kerangka bagi pertukaran pikiran dan keahlian di antara kelompok yang terlibat.
Selain itu, tidak seperti kelompok-kelompok kecil yang berdiri sendiri-sendiri, jaringan yang terpadu tersebut dapat memberi pengaruh dalam skala daerah dan nasional. Misi Iwan mencakup bekerjasama dengan para pemilik perahu, yaitu mengajarkan mereka tentang praktik penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan bahan peledak yang merusak karang dan memberikan pelatihan bagi mereka sebagai pemandu wisata air, yang membuat mereka menaruh perhatian agar melestarikan terumbu karang.
Sebagai Koordinator Bidang Nelayan pada Lembaga Kemanusiaan Masyarakat Pedesaan, dan juga sebagai sosiolog masyarakat nelayan, mencoba menggabungkan / mengintegrasikan hubungan-hubungan dan jaringan-jaringan yang ada seperti WALHI (biodiversity program), Jaringan Lokalaut dan forum-forum daerah LPSM / LSM yang sudah ada, yang kemudian melakukan hubungan dengan pemerintah dan swasta. Tujuannya menggabungkan dan memantapkan suatu jaringan kerja antar LPSM / LSM di wilayah timur dalam bidang pengembangan wilayah / masyarakat pantai dan perikanan rakyat. Menurutnya LPSM / LSM yang ada masih bekerja secara sendiri-sendiri dan kurang maksimal.
A r i S u n a r i j a t i
Fokus perhatiannya mengenai masalah buruh wanita, dimulai saat ketertarikannya ketika bekerja di perusahaan tekstil sebagai asisten manajer personalia (1974) yang lebih akrab dengan pekerja dan lebih mudah meluruskan aturan-aturan yang dilanggar oleh pengusaha karena dekat dengan pengambil keputusan. Tahun 1978 dibentuk serikat pekerja di tingkat perusahaan dengan nama BASIS, Ari terpilih sebagai ketua dengan suara aklamasi hingga tahun 1980. Terpilih kembali untuk periode berikutnya 1980-1982, dan juga merangkap sebagai pimpinan daerah SBTS FBSI - DKI Jakarta. Kemudian terpilih pada periode berikutnya menjadi wakil ketua tahun 1982-1985. Tahun 1985 tersebut berubah nama dari FBSI menjadi SPSI. Tahun 1986, Lembaga Wanita Remaja dan Anak dibentuk oleh DPP SPSI, lalu menunjuknya sebagai sekretaris umum. Hasil program dari pemikirannya, terbentuk Women's Shelter yang kemudian disosialisasikan pada rekan-rekan di lembaga wanita dan pihak SPSI. Tujuan dari semua masalah ini adalah antara lain penyadaran terhadap buruh wanita akan hak-hak sebagai wanita yang banyak dilanggar oleh pengusaha, penyadaran akan kedudukan buruh dalam pembangunan sebagai seorang subjek bukan objek, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tahun 1995 pada Kongres Serikat Pekerja Tekstil-Sandang dan Kulit I, terpilih sebagai ketua bidang Wanita Remaja dan Anak. Pada tahun yang sama pula bekerjasama dengan ILO untuk pendidikan buruh wanita.
:: Biro Perempuan &Anak FSPSI Reformasi Jl. Angsana I No.13A Rt.04/106 Pejaten Timur, Pasar Minggu-JAKARTA SELATAN Tel/Fax: 021-79195059 e-mail: bupera@centrin.net.id
Z a d r a k W a m e b u
Hak Hukum Penduduk Asli.
Zadrak Wamebu, salah satu ahli hukum asli dari Irian, tengah mencatat hukum adat dalam bentuk tulisan untuk pertama kalinya dan melatih para tokoh masyarakat Irian Jaya dalam hukum adat dan hukum umum di Indonesia. Ketika terpilih tergabung dalam organisasi Yayasan Kerjasama Pendidikan Hukum Masyarakat Irian Jaya (YKPHM) dan bergabung selama 10 tahun. Saat ini Zadrak bergabung (juga sebagai salah satu pendiri) dalam Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Irian Jaya (LPPMA-IRJA).
Zadrak, melalui lembaganya melakukan penguatan lembaga adat untuk memberikan pendidikan hukum kritis sebagai pintu masuk pengembangan masyarakat. Dalam upaya pengembangan masyarakat lokal dan advokasi kebijakan yang tak berpihak pada rakyat, saat ini sedang dikembangkan pemetaan wilayah adat bersama masyarakat adat setempat. Dengan pemetaan wilayah itu sekaligus dilakukan inventarisasi sumber daya alam agar potensi milik penduduk lokal ini bida dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan. Tentang hal tersebut diatur dan diputuskan dalam organisasi Masyarakat adat yang bernama Dewan Persekutuan Masyarakat Adat XXX. Dibawah Payung Dewan adat juga dikembangkan lembaga ekonomi rakyat dan lembaga sosial lainnya.
Saat ini, LPPMA-IRJA terlibat dalam berbagai jaringan LSM yang memperjuangkan hak-hak asli (masyarakat Adat) di Indonesia.
:: YKPHM Jl. Sentani No.18, Abepura, Jayapura, IRIAN JAYA-99351 Tel: 0967-582681 e-mail: lppma_irja@jayapura.wasantara.net.id
M u h a m m a d H. R a h z
Aktivis LSM di bidang remaja, lingkungan dan kekonsumenan, dengan pendekatan peran serta masyarakat. Mendirikan dan memimpin Yayasan Lembaga Studi Tanah Air (LSTA) dan Yayasan Lingkaran Konsumen Hijau Indonesia (Elkahai). Pernah menjadi anggota Dewan Nasional WALHI 1995-1998. Cukup banyak menulis. Menjadi Fellow 'special relationship' Ashoka dengan fokus perhatian pada masalah 'pengembangan sumber daya remaja Indonesia'. Sekarang sebagai konsultan publikasi Ashoka Indonesia.
|