M u s l i c h I s m a i l
Pengembangan Pertanian Masyarakat.
Pernah aktif dan sekaligus menjadi direktur KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) yang membela hak-hak pertanahan.
Dengan berkedudukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Muslich berusaha untuk memperbaiki cara-cara pengelolaan zakat dalam agama Islam sehingga baik pihak yang menerima maupun yang mengeluarkannya memandang zakat sebagai suatu sumber pengembangan masyarakat swasembada, bukan sekedar hadiah semata. Ia bekerjasama dengan para pemimpin agama, para pejabat pemerintah, dan ia juga mendidik siswa melalui kurikulum pesantren (lembaga pendidikan Islam). Yang paling menonjol dalam strateginya adalah penerapan zakat hasil pertanian dalam bentuk seperti bahan pangan, yang lebih merupakan investasi daripada sejumlah uang atau beras yang tidak memberikan keuntungan jangka panjang bagi keluarga penerima zakat.
J a b a r L a h a d j i
Kemitraan Lingkungan Penduduk Asli
Lahir di Kolonodale, 7 Agustus 1962. Jabar adalah seorang anggota suku Wana yang membantu masyarakatnya mendapatkan hidup yang layak. Pendirian Taman Nasional Morowali di Sulawesi telah menggusur suku penduduk asli Wana dari kampung halaman mereka, karena alasan bahwa Suku Wana merusak kawasan tersebut dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan untuk mata pencaharian mereka. Jabar berharap bahwa dengan menjadi seorang penyokong lingkungan dan dengan mempromosikan kebudayaan mereka, suku Wana akan dapat meningkatkan pendidikan anak-anak mereka dan menaikkan taraf kehidupan mereka dalam suatu cara yang menghormati dan menggantungkan diri pada kelestarian alam.
Sejak 1996, Jabar bersama 20 relawan menggerakan organisasi SAHABAT MOROWALI untuk mengajarkan asas-asas konservasi, keahlian memandu untuk wisata alam, dan bahasa Inggris kepada suku Wana dengan tujuan menjaga kemitraan penduduk asli. Sekarang ini suku Wana sedang aktif dalam pelestarian burung Maleo, melalui strategi yang menguntungkan kedua belah pihak, baik unggas yang dilindungi ini maupun kehidupan suku Wana sendiri.
:: Sahabat Morowali Jl. Yos Sudarso No. 36 Kolonodale-SULAWESI TENGAH-94671 TEP. Fax.: 0465-21237 , 0465-21225
E k o S. B. H a r y a n t o
Reformasi Pembangunan
Berusaha mengubah tata cara dan pendekatan lembaga pendanaan dan organisasi pengembangan sehingga proyek-proyek yang melibatkan kerjasama dengan masyarakat, mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya dan bukan direkayasa. Ia telah mengorganisasikan sebuah kelompok lobi ad hoc pembangunan yang bekerja sama dengan lembaga pendanaan untuk penentuan panduan dan hubungan baru. Pada tingkatan yang paling bawah, organisasinya, PUSDIPERA (Pusat Dialog dan Pendidikan Rakyat), membantu pedesaan-pedesaan, seperti desa Sesela di Lombok Barat, mengenali dan membangun kembali keahlian tradisional, serta memperbaiki strategi untuk memasarkan keahlian khusus mereka. Reformasi pembangunannya bekerjasama pula dengan lembaga pendanaan untuk penentuan panduan dan hubungan baru dan memperluas kesempatan untuk anak-anak yang masih sekolah untuk memperoleh pendapatan untuk membantu pendanaan pendidikan mereka sendiri. Eko juga memperluas kesempatan untuk anak-anak yang masih sekolah memperoleh pendapatan untuk membantu pendanaan pendidikan mereka sendiri.
I d h a m I b t y
Investasi Usaha Mikro Berbasis Masyarakat.
Idham telah merancang sebuah sistem kredit bebas bunga yang berbasis masyarakat untuk para pedagang kecil dan usaha kecil lainnya di daerah Yogyakarta. Idham merekrut para penanam modal dari masyarakat berkembang, kemudian ia menggunakan modal tersebut untuk mendanai pengusaha daerah setempat yang sedang dalam pembinaan. Sebagai kompensasinya, para peminjam membayarkan 10 persen dari keuntungan usaha mereka kepada para penanam modal. Untuk membantu memastikan keberhasilan usaha baru, Idham memberikan bantuan teknis kepada para peminjam, seperti pelatihan dalam perencanaan keuangan dan keahlian pemasaran. Ia khususnya memusatkan perhatian pada pendirian pasar-pasar lokal. Program ini membuka peluang bagi para investor maupun peminjam untuk berkembang, membuat ikatan interaktif di antara anggota masyarakat, dan menjaga uang agar berputar secara lokal, dengan demikian meningkatkan keswadayaan masyarakat. Idham sekarang adalah kepala PKPEK (Perkumpulan untuk Kajian dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan), yang menyempurnakan model baru untuk perekonomian masyarakat, yang di dalamnya terdapat para produsen kecil yang juga pemegang saham di perusahaan tersebut, bersama dengan PKPEK.
:: PKPEK Jl. Makuyudan No.7 YOGYAKARTA-55143 Tel/Fax: 0274-380549 e-mail: fairbiz@indo.net.id
B a g u s P u r s e n a
Lahir di Purbalingga, 23 April 1964. Menyelesaikan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Satya Wacana Salatiga, lalu mengikuti Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FKIP UKSW. Pada tahun-tahun ketika masa studinya, banyak terjadi gejolak di Salatiga yang bukan hanya terbatas pada lingkungan kampus tetapi juga masyarakat secara luas. Mulai saat itulah Bagus mulai terlibat dalam usaha pendampingan masyarakat dan sekaligus kampanye untuk menggalang solidaritas mahasiswa.
Pernah menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Gemi Nastiti (GENI), Salatiga. Organisasi yang menjadi suatu wadah yang bebas dan bisa mengembangkan sikap kritis, solidaritas serta kemampuan analisis sosial. Perhatiannya bukan hanya pada kalangan mahasiswa tapi juga masyarakat luas dan pengusaha kecil. Pengalamannya dalam berbagai organisasi dan kegiatan menjadikannya merasa bertanggungjawab akan masalah-masalah kemasyarakatan termasuk advokasi dan pengembangannya. Pada tahun 1998, Komunitas GENI mengadakan diskusi tentang peristiwa tragis yang menimpa Indonesia.
:: Pearland Indonesia, Prisma Kedoya Plaza, Blok B No.8, Jl. Raya Perjuangan, Kebun Jeruk- JAKARTA-11520 Tel: 021-5323312 e-mail: pursena@usa.net pursena@pearland.co.id
P r i m a W i r a P u t r a
Lahir di Proya, Lombok Tengah, 11 Oktober 1966. Lulus tahun 1990 dari Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Sekretaris Eksekutif dari Forum Sumber Daya Rakyat (FSDR) yang merupakan jaringan kerja alternatif kepariwisataan / alternative tourism ini mempunyai ide yang menjadi fokus programnya adalah membuat penduduk lokal menjadi pengendali dari pertumbuhan industri wisata alam, mengorganisasikan pelatihan untuk perbaikan fasilitas, pembuatan kerajinan bermutu tinggi dan pemberdayaan seni pertunjukan tradisional. Dan juga melatih penduduk bahasa Inggris dan keterampilan panduan lingkungan. Kepariwisataan alternatif melalui antara lain kerajinan rakyat, juga dapat merupakan bentuk usaha yang mendukung kesejahteraan sosial, ekonomi, budaya dan pelestraian alam. Kata 'alternatif' ini bermakna protes terhadap model kepariwisataan kapitalis dan mengajukan konsep model pengelolaan pariwisata yang lebih menguntungkan lingkungan maupun masyarakat rentan. Dengan kata lain kepariwisataan alternatif merupakan pola lain yang dikembangkan dalam kepariwisataan yang bertujuan sebagai alat advokasi pada persoalan masyarkat sebagai akibat dari pembangunan kepariwisataan dan sebagai model kepariwisataan yang memihak kepentingan rakyat dan lingkungan di NTB. Dampaknya dapat memperkuat rasa percaya diri masyarakat yang menghasilkan motivasi untuk berswadaya sehingga memiliki posisi tawar yang tinggi untuk memperjuangkan hak-hak yang terabaikan. Di lain sisi, alternative tourism dapat menjadi strategi bersama dari NGO maupun aktivis Indonesia untuk mempengaruhi kebijaksanaan pariwisata dari pemerintah yang kadang orang lebih baik berdiam diri.
:: REDAM Jl. Arif Rahman Hakim No. 43-B MATARAM Telp./Fax. 0370-624256 e-mail: redam@mataram.wasantara.net.id
D i n a C h . L u m b a n t o b i n g
Pendidikan, Kebudayaan, Pra-Sekolah.
Dina lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, 27 November 1957. Dina berusaha menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri masyarakat suku minoritas Pakpak Dairi di Sumatera Utara melalui program pembinaan anak-anak yang menggabungkan pendidikan pra-sekolah dan pendidikan tentang kebudayaan. Dia telah menyiapkan semacam Taman Kanak-kanak yang dilengkapi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengenalan kebudayaan Pakpak. Dalam wadah ini programnya secara ekstensif dilakukan untuk meningkatkan rasa bangga anak-anak terhadap kebudayaan mereka. Dina merangkul para ibu melalui anak-anak siswa sekolahnya dan menjadikannya semacam suatu akses untuk meningkatkan kepedulian terhadap budaya mereka serta membangun pengetahuan dasar tentang perawatan kesehatan. Dina berharap bahwa melalui peningkatan harga diri dan kualitas hidup masyarakat Pakpak ia akan dapat menolong mereka terbebas dari rasa lemah dan tidak berdaya yang terus membuat mereka miskin. Organisasi yang didirikannya, YAYASAN SADA AHMO (YSA), menerbitkan buletin "Suara Perempuan" yang merupakan alat efektif untuk pendidikan politik bagi para perempuan Pakpak dan perempuan di Kabupaten Dairi pada umumnya. Sementara itu YSA telah meluaskan wilayah perhatiannya ke penguatan anak dan perempuan umumnya di Kabupaten Dairi melalui penitipan anak, Credit Union untuk perempuan, penyaluran kredit mikro, serta membantu pemasaran hasil produksi kelompok binaan di pedesaan, seperti: ulos Batak, bawang merah, dan kerajinan bambu dan rotan.
Saat ini sedang disiapkan pilot project untuk menyelenggarakan perpustakaan khusus untuk anak di kota Sidikalang, penitipan anak dan bayi untuk pedagang pasar, serta kelompok 'parengge-rengge' (pedagang kecil berpindah yang ada di pasar).
:: Yayasan Sada Ahmo Jl. Nusantara No. 2 PO.BOX 95 Sidikalang-22211 Tel/Fax: 0627-23465 e-mail: ysasdk@indosat.net.id
|