S i t i A m i n a h
Lahir di Labuan Mapin, Sumbawa, 4 Januari 1970. Lahir dari keluarga petani pedesaan, ikut bermain di pantai, ikut bekerja di sawah, serta belajar di Sekolah Menengah Pekerja Sosial, adalah kultur lingkungan yang secara alami telah menguatkan kepedulian Minah pada persoalan lingkungan hidup, khususnya ekosistem hutan mangrove. Dengan pendekatan edukasi partisipatoris yang berbeda, Minah mendapatkan dukungan yang luas dari kelompok anak-anak dan kelompok orang tua atas program reboisasi mangrove yang dilakukannya. Baik yang dilakukannya secra kelembagaan maupun inisiatif pribadi. Sementara keterlibatan di Yayasan Lembaga Solidaritas Bangsa mulai dari posisi staf relawan hingga sebagai pimpinan lembaga, adalah salah satu bentuk kepercayaan lain — dari aktivis lingkungan lainnya — yang Siti dapatkan dari lingkungan kerjanya. Tahun 1997, Minah mendapatkan anugerah penghargaan Global 500 dari Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) atas segala prakarsanya di bidang lingkungan. Sejak tahun 1997, Minah bergabung sebagai Fellow Ashoka dengan fokus program awal: "Pengelolaan dan Konservasi Pulau Panjang Sebagai Laboratorium Plasma Nutfah Bakau dan Biota Lainnya", di Kabupaten Sumbawa, NTB. dan saat ini aktif di organisasi Lagas (Lembaga Amanah Gappa Samudra) yang terfokus pada masalah lingkungan kelautan.
:: Lembaga Amanah Gappa Samudra (LAGAS) Jl. Negara Pelabuhan Tano, Dusun Cipta Karya Desa Lekong Kec. Pembantu Alas Barat Sumbawa-NTB Tel: 0372-91018
A g u s G u n a r t o
Sanitasi bagi Masyarakat Kota.
Agus lahir di Malang, 30 Januari 1957. Tenaga honor di Dinas Kebersihan Kotamadya Malang bagian Seksi Penyuluhan ini, merupakan salah satu pendiri Kelompok Swadaya Masyarakat 'Tirtarona'. Melebihi kapasitas tanggung-jawabnya sebagai tenaga honorer, Agus amat memfokuskan waktunya memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, yang salah satu bentuk kongkritnya adalah pembangunan sistem pengolahan limbah rumah tangga, tinja dengan teknologi sederhana melalui MCK Terpadu. Menurutnya, pengelolaan MCK Terpadu adalah awal pembentukan sebuah kota besar yang bersih.
Atas kepedulian, inovasi serta dedikasinya, Agus dianugerahi berbagai penghargaan. Tahun 1996, Agus terpilih sebagai Pemuda Pelopor Nasional, dan penghargaan Kalpataru untuk kategori Pengabdi Lingkungan tahun 1997. Atas pencalonan Ashoka, Agus mendapatkan penghargaan 'Silver Inovation Asean Award 1998. Sebuah buku berjudul: "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Perkotaan Dengan Basis Masyarakat Memakai Tangki AG", telah diterbitkannya.
:: Yayasan Rona Alam Jl. Tirtarona No. 45 A Tlagomas, Malang, JAWA TIMUR Telp. 0341-586626 0341-369377
D a n S a t r i a n a
Penyuluhan tentang HIV/AIDS.
Dan Satriana lahir di Bandung, 20 September 1966. Semasih sebagai mahasiswa Antropologi di Universitas Padjadjaran, Bandung, Dan telah aktif di Yayasan Sidikara, LSM di Bandung yang memberi perhatian besar pada masalah pencegahan HIV/AIDS. Dengan latar aktivitasnya di dunia panggung dan media audio, Dan merintis program penyebaran informasi HIV/AIDS melalui radio-radio swasta di kota Bandung. Diharapkannya, program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS yang akhirnya akan mempengaruhi perilaku anggota masyarakat secara keseluruhan. Selain juga akan dapat memperluas jangkauan pelayanan dengan meningkatkan kerja sama dan jaringan kerja.
Pelibatan media audio khususnya radio sebagai media sosialisasi sekaligus pendidikan masyarakat mengenai realitas HIV/AIDS, diyakini Dan sebagai sangat efektif, sebab kepemilikan radio pada masyarakat sudah sangat luas. Pelatihan dan workshop mengenai HIV/AIDS untuk tenaga / praktisi stasiun radio, serta pengembangan media pelayanan informasi itu sendiri, adalah salah satu bentuk implementasi kegiatan yang dilakukan Dan.
:: Yayasan Sidikara Jl. Babakan Jeruk I No.9, BANDUNG-40163 Tel: 022-215168, e-mail: sidikara@yahoo.com
Y a n i S a g a r o a
Seorang SANRO/dukun, yaitu dokter tradisional, yang berhasil membuat obat-obatan tradisional, namun tetap aktif memperjuangkan pelestarian lingkungan hidup (ekosistemnya). Hasil-hasilnya yang dirasakan dan digunakan oleh masyarakat setempat antara lain minyak Sumbawa. SANRO sebagai nilai-nilai budaya terutama budaya Sumbawa tetap mempunyai tanggung jawab moral yang perlu dikembangkan untuk mengimbangi nilai-nilai budaya baru yang dihembuskan arus globalisasi. Dengan metode PAR (Partisipatory Action Research), semua unsur bisa terlibat secara aktf dan segala bentuk kegiatan dilakukan bersama masyarakat dari perencanaan sampai evaluasi.
:: Lembaga Olah Hidup Jl. Manggis No.27 Uma Sima 84313 Sumbawa Besar-NTB Telp/Fax: 0371-23361 e-mail: loh@telkom.net
R a t n a R e f i d a
Perumahan Masyarakat Pedesaan.
Lahir di Surabaya, 22 Februari 1959. Keterlibatan Ratna pada masalah sosial kemasyarakatan diawali dari kepedulian yang bersifat karitatif hingga pada tahapan kepedulian dan tanggung jawab yang bersifat transformatif. Sejak 1987 secara pribadi maupun melalui kelembagaan Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) memusatkan perhatiannya pada permasalahan anak-anak dan masyarakat miskin pedesaan dan urban pinggiran. Ketika visi dan misi SANTAI dapat diteruskan oleh kader aktivis lain, Ratna memfokuskan perhatian dan aktivitasnya pada program Pembangunan Perumahan dan Permukiman Rakyat Terpadu dan Bertumpu pada Masyarakat, melalui Yayasan Kerja Pemukiman Rakyat yang ikut didirikannya pada tahun 1988. Ratna yakin, bidang Perumahan dan Permukiman merupakan salah satu pilihan relevan sebagai titik masuk bagi pemberdayaan masyarakat miskin termasuk anak secara lebih terpadu dan berkesinambungan. Ratna yang wilayah kerjanya di Pulau Lombok serta menyelesaikan pendidikan akhirnya di Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Mataram ini, bergabung sebagai Fellow Ashoka sejak tahun 1997.
:: YKPR Jl. Swaramahardika, Kompl. PU P3SA No.6 Lombok , Mataram , 83121-NTB Tel/Fax: 0370-624353 e-mail: ykpr@indo.net.id
S u w a r n i A. R a h a y u (Yayuk)
Kekerasan terhadap Kaum Perempuan.
Yayuk lahir di Yogyakarta, 23 Desember 1951. Ikut mendirikan dan memimpin langsung, sebagai direktur, Riffka Annisa, yakni LSM pertama di Indonesia yang program pendampingannya menggunakan konsep 'rumah rehabilitasi bagi perempuan korban kekerasan' (womens crisis center). Organisasi yang tersebut menawarkan berbagai pelayanan, termasuk konsultasi hukum dan pengambilan keputusan bagi mereka yang selamat dari kekerasan domestik, perkosaan, dan pelecehan seksual; perlindungan dalam rumah jika perlu; pelayanan hotline; dan kursus-kursus yang memberdayakan perempuan dengan memberi mereka keahlian dalam bidang ekonomi serta meningkatkan harga diri mereka. Karena membicarakan masalah pribadi itu tabu bagi lingkungan masyarakat Islam di Indonesia yang bersifat paternalis, maka Yayuk telah mengetahui bahwa para korbannya dapat menerima pertolongan yang ditawarkannya secara lebih siap ketika ia mendekati mereka dari sudut pandang agama.
Ia mengadakan diskusi-diskusi keagamaan dengan mengikutsertakan para suami mereka, untuk menekankan bahwa penafsiran seutuhnya Al Qur'an menuntut penyetaraan perlakuan bagi para perempuan. Ia telah bekerja keras untuk meminta bantuan kepada para pemuka agama serta memberi legitimasi atas kerjanya. Sekarang ia sedang membantu membuka beberapa cabang di beberapa propinsi lain di Indonesia.
:: Yayasan Rifka Annisa Jl. Kenari No.10, Demangan Baru YOGYAKARTA-55281 Tel: 0274-518720, 543644, Fax: 0274-543644 e-mail: rifka@yogya.wasantara.net.id
|