Ashoka Indonesia
 

  Jl.Saninten No. 37
  Bandung - 40114
  West Java
  Indonesia
  tel/fax: 62-22-7234095
  email

 
Z u l f i k a r
Zulfikar adalah salah satu pendiri dan kini sebagai Direktur Eksekutif YAPDA (Yayasan Putra Dewantara) Aceh. Sebagian besar waktu Zulfikar tercurah untuk kegiatan-kegiatan penyadaran dan pemberdayaan rakyat Aceh bagi pemantauan HAM di tingkat lokal, khususnya dengan melakukan pendampingan kepada para janda yang kehilangan suami akibat kekerasan pemberlakuan daerah operasi militer.

W a c h i d u s   S u r u r i (Kak WeEs)
Dari kesenangannya mendongeng dan berimajinasi, mendirikan Rumah Dongeng Indonesia. Menurutnya, dongeng selain sebagai media pendidikan pada anak juga dapat menumbuh-kembangkan daya imajinasi anak sebagai pendorong kreatifitas dalam mengapresiasi lingkungan dan hidupnya. Keuntungan dongeng dan lebih dari sekedar hiburan adalah adanya kedekatan anggota keluarga bahkan masyarakat menjadi lebih akrab dan saling memiliki, media pendidikan tanpa menggurui dan sebagai media pematangan jiwa. Dongeng pun dapat dijadikan media komunikasi alternatif di kalangan anak jalanan untuk memudahkan penyampaian pesan-pesan tersembunyi dari para pendampingnya. Mendongeng bisa dipandang sebagai wujud kasih sayang, karena dengan kegiatan mendongeng akan tercipta hubungan batin yang akrab dan hangat antara anak dengan orang tua. Selain itu, mendongeng juga bisa berfungsi untuk mentransfer nilai-nilai kehidupan dan pesan-pesan moral kepada generasi mendatang dengan cara wajar, santai dan menyenangkan. Strategisnya fungsi mendongeng inilah yang kemudian melatari Kak WeEs untuk memilih menjadi pendongeng profesional.
:: Lembaga Rumah Dongeng Indonesia Jl. Saman RT 04/RW. 15 No. 114 BangunHarjo, Sewon, Bantul YOGYAKARTA-55187 Telp.: 0274-387292, Fax: 0274-372084

J.  P.   R a h a i l (alm.)
Kepala wilayah adat Maur-Ohoi-Wut, dibagian utara pulau Kei Besar dan juga sebagai ketua Yayasan ASLI. Berusaha mempertahankan budaya lokal sebagai modal pembangunan dan mengembangkan muatan lokal dalam pendidikan dan pengajaran. Mendapat beberapa penghargaan antara lain penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan dari pemerintah, medali penghargaan Sri Paus Paulus VI yang diserahkan oleh Dubes Vatikan, medali penghargaan dari Robert Francis Kennedy Foundation. Usaha-usaha untuk membangun ketahanan budaya ini telah mendapat dukungan dari OXFAM Inggris dan Yayasan SEJATI.

L u s i   M a r g i y a n i
Lusi lahir Yogyakarta, 16 Maret 1966. Ketika studi di Fak. Sastra UGM, selain aktif di kegiatan pers mahasiswa, Lusi mulai serius beraktivitas pada masalah perempuan dengan ikut mendirikan Kelompok Studi Vidyadhari. Selanjutnya, dunia LSM menjadi sarana aktualisasi kepeduliannya pada masalah ketidakadilan pada perempuan. Pendiri dan direktur dari LSPPA (Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak) yang fokusnya pada sosialisasi nilai adil gender sejak masa kanak-kanak. Berangkat dari keprihatinan terhadap situasi yang buruk yaitu eksplotasi anak oleh kepentingan orang dewasa, LSPPA lahir dan tumbuh sebagai wadah yang berusaha untuk memperkuat keberadaan perempuan dan anak demi mewujudkan sebuah cita-cita masyarakat yang adil dan egaliter. Tujuannya antara lain membuka kondisi berfikir kritis dan analitis dalam masyarakat, dan penyadaran kesejajaran kedudukan manusia antara perempuan dan laki-laki. Ketika bergabung dengan Ashoka sebagai Fellow tahun 1998, Lusi telah tiba pada tahap menggulirkan konsep "sosialisasi adil gender sejak masa anak-anak" dengan salah satu slogan utama "bebaskan tumbuh". Program ini mengintrodusir model pendekatan, sarana peraga serta modul pendidikan yang adil gender, yang dapat diimplementasikan baik pada lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
:: Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak Jl. Mangunegaran Kidul No.21, YOGYAKARTA Tlp/Fax 0274-374813 e-mail: lsppa@yogya.wasantara.net.id

P e t r u s   S a r i j o
Ketua Yayasan Tani Lestari Mandiri (LESMAN), yang merupakan sebuah lembaga independen non-pemerintah yang bercita-cita dan beraktifitas untuk mencapai terwujudnya kemandirian petani dari segi sosial, ekonomi maupun tekhnis, serta terwujudnya kelestarian lingkungan pertanian dan juga meningkatkan pengetahuan tani alami tradisional bagi petani dampingan dan pendamping.
:: Yayasan Lestari Mandiri Jl. Regulo No.79B, Boyolali-JAWA TENGAH-57316 Tel/Fax: 0276-325770 -322064 e-mail: lesman@indo.net.id

A n i c e t o   G.   L o p e s
Setelah mendirikan Kantor Bantuan Hukum (1996), Aniceto mendirikan Yayasan HAK (Hukum, Hak Asasi, dan Keadilan) tahun 1997. Melalui Yayasan HAK inilah, Aniceto kemudian memfokuskan waktu dan perhatiannya untuk pembaruan sosial melalui implementasi program "peranan HAM dan hukum bagi perlindungan masyarakat di Timtim". Pendiri sekaligus Ketua Yayasan HAK (Hukum, Hak Asasi dan Keadilan), di Dili ini, telah menggulirkan kegiatan penyadaran hukum dan hak asasi bagi penumbuhan sikap saling-pengertian pada masyarakat Timtim. Selain menggunakan pendekatan hukum/legalistik, Aniceto juga menggulirkan programnya melalui media cetak dan radio swasta lokal dalam bahasa daerah. Tujuan dari keseluruhan pembaruan sosial yang dilakukan Aniceto adalah: tercapainya keadilan, ketentraman dan kedamaian untuk mencapai kebebasan yang hakiki bagi masyarakat Timtim.
:: Yayasan HAK, Rua Gov. Serparosa Dili-Timor Lorosae Tel/Fax: 670390-313323/313324 e-mail: yhak@minihub.org

 
ASHOKA REGIONAL WEB SITES:

Ashoka International   Brazil   Canada   Czech and Slovak Republics   France
Germany  Hungary    Indonesia   Latin America   Middle East/North Africa
Nigeria   Poland   Southern Africa   Spain   Turkey   United States

©COPYRIGHT 2006 ASHOKA   •   Legal & Privacy Policy