p u b l i k a s i
Publikasi ASHOKA INDONESIA meliputi publikasi buku teks seri inovasi ashoka (rangkaian buku yang dikelompokkan per-bahasan/isu), buletin internal dan situs www.ashoka.or.id ini. Sedangkan ASHOKA pada tingkat internasional memiliki terbitan majalah Changemakers yang memuat tentang para wirausahawan sosial (social entrepreneurs) dalam jaringan ASHOKA seluruh dunia, termasuk versi internetnya yang bisa anda lihat di www.changemakers.net.
seri inovasi ashoka Seri Inovasi Ashoka adalah seri penerbitan profil gagasan, aktifitas serta diri sejumlah individu pembaharu bagi masyarakat. Publikasi tematik ini adalah wujud sumbangsih Ashoka Indonesia untuk penguatan wacana masyarakat terbuka, Indonesia Baru yang egaliter.
MENUJU MASYARAKAT TERBUKA
Lacak Jejak Pembaruan Sosial di Indonesia
Editor: Muhammad Hidayat Rahz
Penerbit: ASHOKA Indonesia Bekerjasama dengan INSIST
Cetakan pertama, Desember 1999
Tebal: xvii + 345 halaman
Penulis:
A. Didid Adi Dananto, Aniceto G. Lopes, Ari Sunarijati, Binny Buchori, Dede Oetomo, Eka Budianta, Hans Antlov, Helen Lok, Firman Lubis, Fred Hehuwat, Iwan Nursyiwan, Made Efo Suarmiartha, Mansoer Fakih, Prima Wira Putra, Ratna Refida, Setia Adi Purwanto, Sita Aripurnami, Soekirman, Sofyan Tan, Sri Kusyuniati, Stepanus Djuweng, Wimar Witoelar, Zadrak Wamebu, Zulfikar.
Gagasan dan atau kerja-kerja lapangan yang ditulis dengan pendekatan reflektif, evaluatif dan proyektif yang mempertemukan aspek analisis-teoritik dengan aspek praksis-empirik dari sejumlah individu aktif, sesungguhnya dapat menjadi jembatan ingatan sekaligus jembatan sejarah bagi masyarakat tentang sebuah entitas bernama "pembaruan sosial". Tanpa pretensi berlebihan, dalam kerangka demikianlah, buku ini coba dihadirkan.
Kumpulan tulisan dalam buku ini dapat didekati dengan dua cara. Pertama, cara 'tulisan mandiri ke tema buku', akan menempatkan posisi tulisan sebagai representasi dari visi para individu penggarak yang berakar dan menjadi bagian inheren dan realitas yang ditulisnya. Kedua, cara 'tema buku ke tulisan mandiri', memungkinkan kita untuk dapat lebih memahami spirit dan visi Ashoka, yang konteks konkretnya dapat ditemukan pada kerja-kerja lapangan sejumlah individu pembaharu di berbagai tempat di Indonesia.
Yang jelas, ketika jejak pembaruan sosial telah tertapak di tanah Indonesia, kelanjutannya sepenuhnya ada pada para pendamba sekaligus pelaku perubahan. Salah satunya, Ashoka Indonesia yang adalah sebuah embrio...
PEREMPUAN YANG MENUNTUN
Sebuah Perjalanan Inspirasi dan Kreasi
Editor: Muhammad Hidayat Rahz
Penerbit: ASHOKA Indonesia
Cetakan pertama, Maret 2000
Tebal: xvii + 173 halaman
Penulis:
Ari Sunarijati, Chamsiah Djamal Tristian, Dina Lumbantobing, Johanna Armgrad Pattiasina, Lilik Sulityowati, Lusi Margiyani, Sita Aripurnami, Sri Kusyuniati, Suwarni Angesti Rahayu.
Melalui buku ini, setidaknya kita dapat lebih mengenal realitas perempuan buruh, perempuan pedagang kecil, perempuan korban kekerasan rumah tangga, pekerja seks komersial, dan lainnya. Sekaligus mengenal pejalanan gagasan dan kerja sambilan perempuan Fellow Ashoka di Indonesia dalam menempuh arena bernama rimba problematik yang menempatkan perempuan sebagai kelompok rentan sekaligus korban. Rentan dari ancaman menganga kekerasan kultural, serta korban dari mesin kekerasan struktural. Mereka, meski berbeda dalam pilihan pendampingan namun meninggalkan jejak inspirasi yang sejalan. Ya, inspirasi kesadaran bagi banyak hati (masyarakat) bahwa idealitas kerelasian sosial yang setara adalah sebuah kebutuhan dan tanggung jawab bersama.
PENDIDIKAN HATI
CATATAN DARI PANGGUNG PENYADARAN
Editor: Muhammad Hidayat Rahz
Penerbit: ASHOKA'S Innovative Learning Initiative dan ASHOKA Indonesia
Cetakan pertama, Agustus 2000
Tebal: xxvii + 270 halaman
Penulis:
Didid Adidananta, Eka Budianta, Lusi Margiyani, Mia Siscawati, Moelyono, Setia Adi Purwanta, Sofyan Tan, Sudarno, WeEs Ibnoe Sayy, Zukri Saad.
Paparan dalam buku ini adalah representasi tentang sebuah "keberanian memilih". Ya, keberanian memilih untuk tidak mengabaikan kata hati terhadap kenyataan marginalisasi yang mengalir dari area mekanis pembangunan Indonesia. Stigma 'terlibat PKI' yang kemudian membebankan dosa sosial di panggulan keluarga dan keturunan, wacana bentukan 'cina-noncina' yang pada gilirannya telah mengakarkan sekam dan darah konflik, atau petani tanpa tanah dan anak-anak jalanan yang terus menderet hanya sebagai angka, adalah butir contoh dari tumpukan benih kekerasan.
Setidaknya, sepuluh hati telah dan masih menjejakkan pilihannya ke area 'kelabu' itu. Pedesaan, perkebunan, sekolah, jalanan, serta ruang kota adalah panggung berbeda yang dipilih. Sementara kata, kurikulum, serta empati pendampingan, adalah alat kerja yang menemani.
Karenanya, untuk sebuah masyarakat terbuka di masa depan, mereka — sepuluh hati — setidaknya dapat mengingatkan kita tentang "kemenangan dari sebuah keberanian memilih".
KITA MASIH HARUS MERAWAT BUMI
Antologi Kisah Mencintai Lingkungan
Editor: Muhammad Hidayat Rahz
Penerbit: ASHOKA Indonesia
Cetakan pertama: Februari 2001
Tebal: xxvii + 235 halaman
Deskripsi:
Kompilasi paparan dalam buku ini bisa dijadikan sebagai awal pembacaan sekaligus stimulasi pemikiran ulang bagi sebuah kebutuhan bertindak: apa yang dapat dilakukan untuk mencintai lingkungan? Bersahabat dengan limbah, memahami siklus bencana alam, ikut memaknai etika lingkungan, atau melibatkan diri dalam napas pertanian yang paling lekat dengan keseharian? Anda sebagai warga planet bumi — juga pasti punya identifikasi bertindak.
|