Wirausaha Sosial
pengertian istilah Ashoka mendefinisikan wirausaha sosial sebagai individu istimewa yang memiliki visi, kreativitas, dan keteguhan hati yang luar biasa --sebagaimana seorang wirausaha-- dan juga mengabdikan kemampuannya ini untuk memperkenalkan solusi baru pada masalah-masalah sosial. Individu-individu unik yang ditemui di segala lingkup budaya ini, adalah mereka yang dapat melihat jauh ke depan langkah apa yang harus diambil dalam bidangnya; baik itu lingkungan, pendidikan, pengembangan masyarakat, kesehatan, atau bidang-bidang lain yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. Mereka ini tanpa berhenti mengejar visi mereka hingga menjadi kenyataan baru dalam masyarakat tempat mereka tinggal dan juga di wilayah yang lebih luas.
karakteristik Selama bertahun-tahun, Ashoka telah mengembangkan dan memilah suatu kelompok kriteria untuk mengidentifikasi sosok wirausaha sosial. Untuk terpilih sebagai Fellow Ashoka , seseorang harus mempunyai kualifikasi sebagai berikut:
:: Ide Baru
Apakah orang tersebut betul-betul memiliki ide baru untuk menyelesaikan kebutuhan sosial? Ashoka hanya memilih seseorang yang memiliki ide baru, solusi baru untuk masalah sosial yang dapat mengubah pola di lapangan, seperti menjadikan sesuatu memenuhi standar hak asasi dan kesehatan, di tingkat nasional atau ke wilayah yang lebih luas di negara-negara yang lebih kecil. Sebuah sekolah atau klinik baru misalnya, sudah jelas tidak termasuk dalam definisi Ashoka mengenai sebuah ide baru; terkecuali sekolah atau klinik tersebut mempunyai visi dari sebuah pola baru dari pendidikan atau pelayanan kesehatan yang menjanjikan perubahan pada sekolah-sekolah atau klinik di seluruh wilayah sebuah negara atau di daerah yang lebih luas lagi.
:: Kreativitas
Apakah individu ini kreatif dalam penentuan visi / tujuan dan dalam pemecahan masalah? Apakah ia bersedia terus memberikan kontribusi kreatif di luar ide yang satu ini selama hidupnya? Seorang wirausaha sosial yang sukses haruslah kreatif dalam menentukan tujuan dan dalam memecahkan masalah-masalah — yang tidak terelakkan muncul — saat ia mengejar visinya tersebut. Mereka harus menggunakan daya kreativitasnya dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, agar mencapai sukses. Untuk mengevaluasi apakah seseorang memiliki daya kreativitas esensial tersebut atau tidak, Ashoka meneliti masa lalu mereka dari sejak masa remaja dalam mengembangkan solusi kreatif terhadap masalah-masalah.
:: Kemampuan Berwirausaha
Apakah mungkin bagi individu ini untuk beristirahat sampai visinya membentuk pola baru di masyarakat, bahkan bila visi tersebut mencakup masalah-masalah "bagaimana untuk" yang selama bertahun-tahun menjadi masalah yang rumit? Ashoka mencari orang-orang yang memiliki tipe kepribadian yang sangat tidak biasa, termotivasi oleh keinginan untuk menciptakan perubahan sosial yang signifikan. Wirausaha sosial bersifat praktis dan pragmatis; mereka mengetahui bagaimana mengatasi rintangan, dan mereka dikendalikan oleh ide dan niat mereka untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan secara institusional.
:: Dampak Sosial
Apakah ide tersebut ide baru, praktis, dan cukup berguna, sehingga akan digunakan oleh orang lain begitu ide tersebut diaplikasikan? Berapa banyak orang yang akan terpengaruh oleh ide tersebut? Seberapa penting dan bergunanyakah hal ini hingga dapat mempengaruhi mereka? Ashoka hanya menaruh minat pada ide-ide yang dalam tujuan jangka panjang akan memberi perubahan pada bidang-bidang kerja para kandidat secara signifikan dan dapat memicu dampaknya secara nasional, atau untuk negara-negara yang lebih kecil dapat memperluas daerah perubahan. Ashoka tidak akan memberi dukungan pada orang yang ingin bekerja di sebuah sekolah atau di sebuah klinik kesehatan di pedesaan, kecuali jika kerja mereka berpotensi secara fundamental mempengaruhi sistem sekolah atau sistem pelayanan kesehatan di pedesaan. Konsep wirausaha sosial tidak hanya memerlukan orang yang luar biasa untuk mengembangkan sebuah ide tetapi juga memiliki kekuatan, ide praktis yang akan layak berkembang dengan benar.
:: Karakter Etis
Apabila Anda dalam bahaya, secara naluri apakah Anda akan mempercayai orang ini? Akankah Anda 'tidak meragukannya' untuk menjalankan fungsi-fungsi layanan publik? Untuk lebih meyakinkan bahwa asosiasi ini dibangun berdasarkan kepercayaan dan saling hormat, Ashoka mencari kandidat yang secara naluriah dapat dipercaya. Selain itu, karena kandidat akan memperkenalkan perubahan struktural yang besar dalam masyarakat, maka penting artinya bagi mereka yang bekerja dengan para wirausaha untuk dapat benar-benar mempercayainya. Dampak dalam skala luas yang mungkin terjadi dari ide kandidat, memerlukan individu yang memiliki penilaian yang tepat akan sesuatu hal dan berkarakter dapat dipercaya untuk menuntun proses perubahan dalam arah yang positif.
ciri siklus hidup Selama bertahun-tahun, Ashoka telah melakukan observasi bahwa wirausaha sosial memiliki pola siklus hidup yang khas. Siklus tersebut dapat digambarkan dalam empat fase perkembangan, dimulai dengan tahap magang. Selama tahap awal magang ini, yang biasanya berkisar antara delapan sampai sepuluh tahun, seorang wirausaha sosial yang memiliki cita-cita tinggi ini mempelajari bidang mereka dan mendapatkan keahlian yang dibutuhkan dalam mengenali perubahan sosial yang luas. Hanya setelah menguasai kedua hal tersebutlah seorang wirausaha sosial dapat mengidentifikasi langkah pengembangan berikutnya untuk bidangnya dan mengerti bagaimana mengusahakan agar hal itu bisa menjadi kenyataan.
Pada titik tertentu, seorang wirausaha sosial mencapai saat peluncuran. Pada permulaan tahap ini, ia melihat langkah penting selanjutnya di bidangnya dan ia bersedia mereprsentasikan diri untuk perubahan tersebut. Untuk mendapatkan kebebasan meluncurkan ide yang dapat merubah institusi, seorang wirausaha sosial hampir selalu harus melangkah ke luar dari institusi yang ada.
Tahap peluncuran yang penuh dengan resiko sekaligus amat menentukan dalam meraih kesempaiatan ini, biasanya memerlukan tiga sampai lima tahun. Pada periode ini, sang individu juga idenya sering tidak akan dikenal atau diterima secara baik. Selama tahun-tahun awal peluncuran, wirausaha sosial terfokus pada pengembangan dan pengenalan ide-idenya. Kemudian sang wirausaha sosial mulai dengan proses penyebaran idenya secara luas ke luar wilayah pengenalan sebelumnya.
Ashoka mencoba mendukung wirausaha sosial sampai tahap kedua peluncuran ide. Kadang ide tersebut telah menyebar ke berbagai kawasan, dengan sumber dukungan konvensional yang kelihatannya lebih terpakai. Bagaimanapun juga, sebelum itu dukungan kerja sama yang khusus disediakan oleh Ashoka sangatlah penting.
Sekali ide tersebut diperbaharui dan diatur secara lebih baik, wirausaha sosial dan idenya (dan juga institusi atau institusi-institusi pendukung mereka) bergerak menuju tahap tinggal landas. Fokus utama dari seorang wirausaha sosial pada tahap ini yang biasanya berlangsung selama lima sampai sepuluh tahun, adalah untuk menyebarkan ide mereka secara luas. Selama masa ini, dimensi baru dapat ditambahkan pada ide asli/awal. Keterampilan dan sumber-sumber yang dibutuhkan selama tahap ini sedikit berbeda dengan tahap peluncuran termasuk di antaranya dalam hal pemasaran, manajemen dan administrasi, serta humas dan pencarian dana berskala besar.
Setelah rata-rata sekitar sepuluh sampai lima belas tahun, ketika ide tersebut telah diterima menjadi bagian dari kehidupan nasional, seorang wirausaha sosial memasuki tahap matang (kedewasaan). Pada tahap ini, bila seseorang ingin mencatatkan sejarah bidangnya, maka hal tersebut haruslah mengacu pada sosok wirausaha itu sendiri dan idenya. Dengan ide yang terjaga secara baik, sang wirausaha sosial sekarang dapat merasa bebas untuk mendalami minat-minat lain. Selama masa hidupnya, seorang wirausaha dapat memperkenalkan satu atau beberapa ide baru lain yang besar, atau bercabang ke dimensi lain dalam kehidupan bermasyarakat.
|